MuhammadRonaldo 20170606012
Talk less do more
Minggu, 28 Oktober 2018
My Goals
Minggu, 23 September 2018
Kekuatan hati seorang Sylvestre Stallone.
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari cerita hidup sylvestre stallone yang telah saya baca di
https://www.google.co.id/amp/s/www.boombastis.com/kisah-sylvester-stallone/32521/amp.
Bahwa apa yang kita lihat sekarang dari seorang Sylvestre stallone adalah hasil jerih payah serta keyakinan nya untuk menggapai apa yang dia impikan sedari kecil. Hidup seorang Sylvestre stallone sedari kecil sudah mengalami cobaan. Memiliki cacat fisik, terlahir dari keluarga yang miskin, sempat dikucilkan dalam pergaulan karena kekurangan fisiknya, harus bersusah payah untuk menghidupi keluarganya bahkan terpaksa menjual anjing yang sudah dia rawat sejak lama. Namun berkat keteguhan hati, ketabahan, kepercayaan diri serta doa.
Dia berhasil menuai hasil dari segala upaya dia untuk menggapai cita citanya. Seperti yang saya ketahui kehidupan Sylvestre stallone lebih berat dibandingkan saya. Namun dia tetap menjalani hidupnya dan teguh untuk mencapai tujuannya. Begitu pula saya, kamu dan kalian semua.
Terus berjuang.
Minggu, 16 September 2018
Edith Stern, suatu anugrah atau eksperimen?
Lahir tahun 1952, Edith Stern adalah salah satu orang paling cerdas di era komputer. Dia adalah seorang anak jenius dan dapat mengucapkan kalimat lengkap dan melakukan perhitungan sebelum usia satu tahun. Seperti semua keajaiban anak lainnya, ia mengklaim banyak gelar pascasarjana sebelum ia berusia delapan belas tahun.
Edith Stern ini merupakan putri dari Aaron Stern seorang Professor bahasa. Dunia kemudian digemparkan ketika Aaron Stern membuat konferensi pers setelah kelahiran putrinya. Aaron membuat pernyataan kepada reporter “Saya akan membuatnya manusia sempurna” dan semenjak itulah dimulainya “Edith Project”.
Aaron Stern segera membenamkan putrinya dalam pembelajaran. Dia memaparkannya hanya pada musik klasik, berbicara dengannya sepanjang waktu, dan mengajarinya dengan kartu flash. Menderita kanker rahang dan tidak dapat bekerja, Stern menghabiskan seluruh waktunya dengan Edith.
Pada usia 5 tahun, Edith telah membaca seluruh Encyclopedia Britannica. Meskipun ayahnya tidak percaya pada tes IQ, dia tetap mendapat nilai 205 pada tahun yang sama. Edith terdaftar di perguruan tinggi pada usia 12 tahun, mendapatkan gelar BS dalam matematika pada usia 15 tahun, dan Masternya pada usia 18 tahun. Pada titik ini, dia sudah mengajar di Michigan State University. Dia melanjutkan untuk mempertahankan gelar Ph.D-nya dan bergabung dengan divisi R & D IBM.
Hari ini, Stern memegang lebih dari 100 paten untuk inovasi teknologi yang digunakan dalam telepon, media digital, konferensi video, mobil self-driving, dan internet. Stern masih “insinyur terkemuka” di IBM, di mana dia adalah VP, dan baru-baru ini memenangkan Penghargaan Kate Gleason untuk pencapaian seumur hidup dalam teknologi. Meskipun ibunya pernah tidak sependapat dengan ayahnya tentang metodenya, dia kemudian menyimpulkan bahwa itu telah membuatnya menjadi “wanita muda yang sangat matang, welas asih, baik, cerdas dan bijaksana.” Ayahnya mempertahankan bahwa menjadi seorang jenius tidak ada hubungannya dengan genetika, dan semua yang berkaitan dengan bagaimana seorang anak dibesarkan dan dididik. Dia menulis dalam bukunya 1971 The Making of a Genius: “Saya dapat menumbuhkan IQ meteorik yang sama pada anak-anak suku Tasaday, seorang Zaman Batu yang hidup di Filipina.”
Menurut saya, semua manusia diciptakan Allah SWT dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing tergantung bagaimana kelebihan itu digunakan, apakah sudah maksimal? Atau masih belum digunakan sama sekali. Setiap kelebihan yg diberikan oleh Allah terdapat berbagai cara untuk membuat nya muncul, seperti edith stern yg diberikan metode pembelajaran oleh ayahnya.
Jadi, apakah kalian sudah menyadari dimana kelebihan yg diberikan Allah SWT kepada kalian? Sudahkah menemukan cara menggunakan nya sebaik mungkin?
Sabtu, 08 September 2018
Sikap dan Tindakan Nabi Muhammad SAW.
Dikisahkan, setiap kali Nabi Muhammad SAW melintas di depan rumah seorang wanita tua, Nabi selalu diludahi oleh wanita tua itu. Suatu hari, saat Nabi Muhammad SAW melewati rumah wanita tua itu, beliau tidak bertemu dengannya. Karena penasaran, beliau pun bertanya kepada seseorang tentang wanita tua itu. Justru orang yang ditanya itu merasa heran, mengapa ia menanyakan kabar tentang wanita tua yang telah berlaku buruk kepadanya.
Setelah itu Nabi Muhammad SAW mendapatkan jawaban bahwa wanita tua yang biasa meludahinya itu ternyata sedang jatuh sakit. Bukannya bergembira, justru beliau memutuskan untuk menjenguknya. Wanita tua itu tidak menyangka jika Nabi mau menjenguknya.
Ketika wanita tua itu sadar bahwa manusia yang menjenguknya adalah orang yang selalu diludahinya setiap kali melewati depan rumahnya, ia pun menangis di dalam hatinya, "Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjengukku."
Dengan menitikkan air mata haru dan bahagia, wanita tua itu lantas bertanya, "Wahai Muhammad, mengapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?" Nabi Muhammad SAW menjawab, "Aku yakin engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau telah mengetahuinya, aku yakin engkau tidak akan melakukannya."
Mendengar jawaban bijak dari Nabi, wanita tua itu pun menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggorokannya terasa tersekat. Lalu, dengan penuh kesadaran, ia berkata, "Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu." Lantas wanita tua itu mengikrarkan dua kalimat syahadat, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Demikianlah salah satu kisah teladan kesabaran Nabi Muhammad SAW yang sungguh menakjubkan dan sarat akan nilai keteladanan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah membalas keburukan orang yang menyakitinya dengan keburukan lagi, tetapi Nabi justru memaafkannya.
Makna dari cerita ini adalah, teruslah bersikap baik terhadap orang yang meperlakukan buruk kepada kita. Karena apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menyikapinya itu bisa berefek dengan aspek disekitar kita. Apabila kita bertindak dan bersikap dengan baik saat keburukan menimpa kita maka yakinlah bahwa keburukan yang menimpa kita itu akan berubah menjadi suatu kebaikan dikarenakan bagaimana cara kita bertindak dan bersikap.
Sebagai contohnya di cerita diatas. Nabi Muhammad SAW diperlakukan buruk seperti diludahi dan dihujat. Namun Nabi Muhammad SAW menyikapinya dengan bersabar, tenang, selalu mendoakan hal yang baik dan memaafkan orang yang memperlakukannya buruk. Sehingga pada momen tertentu orang itu berubah dan tersadar karena mengetahui serta memahami tindakan dan sikap Nabi Muhammad SAW.
Sekian Cerita yang menginspirasi saya sampai sekarang. Semoga kita semua diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalani apapun atau mencapai tujuan yang baik, serta selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin
